Rabu, 22 September 2010

Kamis, 16 September 2010

Desa Tomok

Desa Tomok adalah pintu utama untuk masuk ke Samosir. Terletak sekitar 9 km dari Parapat. Disini dapat kita jumpai pusat penjualan souvenir, yang tidak jauh dari pelabuhan dan Obyek Wisata Makan Sidabutar.

Di Tomok ada 3 jenis pelabuhan, yaitu Pelabuhan Pariwisata, Umum dan Ferry. Pelabuhan Pariwisata dengan rute ke Parapat dan sebaliknya, dan bisa disewa. Pelabuhan umum, mengangkut penumpang dengan tarif terjangkau dan murah.

Tersedia puluhan kaplal penumpang umum dengan kapasitas 40 orang. Pelabuhan Ferry, tersedia dua buah kapal feri yang mengangkut kendaraan-kendaraan besar.

Asal Usul Danau Toba

Di Sumatera Utara terdapat danau yang sangat besar dan ditengah-tengah danau tersebut terdapat sebuah pulau. Danau itu bernama Danau Toba sedangkan pulau ditengahnya dinamakan Pulau Samosir. Konon danau tersebut berasal dari kutukan dewa.

Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.

Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.

“Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. “Dia mungkin bidadari yang turun dari langit,” gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. “Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! ” kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.

Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.

Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. “Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!” kata Petani kepada istrinya. “Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik,” puji Puteri kepada suaminya.

Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.

Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.

Sumber: www.e-smartschool.com

Tradisi Anak-Anak Saat Lebaran

Tradisi anak-anak saat lebaran selalu diwarnai dengan mainan tembak-tembakan. Dimana suasana seperti ini akan banyak terlihat di jalan lintas daerah sumatera utara. terasa kurang lengkap berlebaran apabila tidak mempunyai tembakan, disamping baju baru tentunya. Suasana seperti ini natah kapan dimulainya, akan tetapi dilihat darisegi bisnis ini merupakan peluang yang sangat luar biasa. akan tetapi permainan ini selalu diwarnai dengan tindakan yang kurang menengnakkan karena tidak jarang anak2 yang lain menggunakan oli bekas, batu atau yang lainnya, sehingga tidak sedikit orang tua yang protes akan kejadian ini karena tidak sedikit korban yang kena.

Jumat, 03 September 2010

Keluarga Besar UNRIKA Buka Puasa di Bengkong

Keluarga besar Universitas Riau Kepulauan Batam mengadakan buka puasa bersama di Golden Prawn Bengkong Batam pada tanggal 2 September 2010. Kegiatan ini dihadiri oleh para Wakil Rektor, Para Dekan, Wakil Dekan dan Staf yang ada di UNRIKA. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturrahmi antara pegawai yang ada di UNRIKA Batam. Kegiatan seperti ini setiap tahun rutin dilaksanakan, hanya tempatnya saja yang berbeda-beda. Kegiatan ini sekaligus dijadikan tempat saling maaf memaafkan antara sesama pegawai karena kegiatan dikampus akan diliburkan menjelang hari raya idul fitri dan sekaligus berkoordinasi untuk menghadapi ajaran baru dan ospek T.A. 2010/2011 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 24 September 2010.
Keluarga besar Universitas Riau Kepulauan Batam mengadakan buka puasa bersama di Golden Prawn Bengkong Batam pada tanggal 2 September 2010. Kegiatan ini dihadiri oleh para Wakil Rektor, Para Dekan, Wakil Dekan dan Staf yang ada di UNRIKA. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturrahmi antara pegawai yang ada di UNRIKA Batam. Kegiatan seperti ini setiap tahun rutin dilaksanakan, hanya tempatnya saja yang berbeda-beda. Kegiatan ini sekaligus dijadikan tempat saling maaf memaafkan antara sesama pegawai karena kegiatan dikampus akan diliburkan menjelang hari raya idul fitri dan sekaligus berkoordinasi untuk menghadapi ajaran baru dan ospek T.A. 2010/2011 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 24 September 2010.

LDK UNRIKA Berbuka Bersama Anak Yatim

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Riau Kepulauan Batam mengadakan buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim di Mushalla Al-AMar Universitas Riau Kepulauan Batam pada tanggal 28 Agustus 2010. 30 orang anak yatim yang hadir pada saat itu berasal dari Yayasan Panti Asuhan Islamic Centre Nahdatul Wathan Tanjung Riau Batam. Kegiatan yang dimulai dengan kultum,kemudian dilanjutkan dengan menyantuni anaka yatim, berbuka bersama,dan dilanjutkan dengan mabit/malam ibadah. Hadir saat itu adalaha salah satu pembina LDK yaitu Arif Rahman Hakim, ST menyampaikan bahwa menyantuni anak yatim dapat kita lakukan kapan dan dimana saja. Sedangkan yang mewakili Rektor adalah Dahrul Aman Harahap, MM menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini rutin dialaksanakan setiap tahunnya setiap bulan Ramadhan, dimana UNRIKA akan selalu berusaha berbagi dengan sesama di lingkungan Universitas Riau Kepulauan Batam.